Tangisan yang Benar dan yang Salah


Tangisan yang Benar dan yang Salah - Yazid bin Maisarah radiallahu `anha berkata " Tangisan dikarenakan 7 sebab; 1) Karena rasa gembira. 2) Karena sedih. 3) Karena takut. 4) Karena Riya`. 5) Karena sakit. 6) Karena rasa syukur dan 8) Karena takut kepada Allah yang tetesan airnya bisa memadamkan lautan api neraka!.

Imam Abdul Qoyyim ra menyebutkan didalam kitabnya " Zadul Ma`ad" bahwa tangisan ada 10 macam. Kami nukilkan disinisatu persatu seperti yang disebutkan Imam Ibnul Qoyyim:

1. Menangis karena lemah dan lembutnya hati
2. Menangis karena takut
3. Menangis karena cinta dan rindu
4. Menangis karena senang dan gembira
5. Menangis karena tidak tahan mrasakan sakit
6. Menangis karena sedih

Adapun perbedaan antara jenis yang ke enam (menangis karena sedih) dan jenis yang kedua (karena takut) adalah: bahwa tangis jenjis ke enam terjadi karena menyesali peristiwa yang telah berlalu, berupa kejadian yang tidak disukainya atau kehilangan sesuatu yang dicintainya.

Sedang jenis kedua yaitu menangis karena takut disebabkan oleh kejadian-kejadian tidak mengenakkan yang diperkirakan akan menimpa dirinya, padahal hal itu belum tentu akan terjadi.

Tangisan karena senang dan karena sedih bisa dibedakan dengan melihat air matanya. Kalau tangisan karena senang, maka air matanya terasa sejuk dan hatinya gembira. Sedang kalau tangisan karena sedih , maka air matanya terasa hangat dan hatinya sedih.

Oleh karena itu sesuatu yang disenangi itu disebut dengan istilah "Quuratu `Ain" (penyejuk mata) karena menyejukkan mata. Dan kalau sesuatu yang menimbulkan sedih dikatakan "Sakhinatul `Ain" (penghangat mata), karena Allah menjadikan matanya terasa hangat.

7. Menangis karena lemah dan tidak sanggup
8. Tangisan orang Munafik
 " matanya menangis sedang hatinya keras. Dia berpura-pura khusyu`, padahal sebenarnya dia adalah orang-orang yang paling keras hatinya."
9. Menanhgis karena disewa dan diberi upah

"Menangis ini seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang meratapi mayat karena dibayar (Penangis bayaran). Persis yang dikatakan oleh Amirul Mukminin ` Umar Ibnul Khatthab, "Dia jual air matanya dan dia tangisi kesedihan orang lain".
10. Menangis karena ikut-ikutan

"Tangisan ini terjadi karena melihat orang lain menangis, lalu dia pun ikut menangis, padahal dia tidak tahu apa yang menyebabkan mereka itu menangis. Saat dia melihat mereka menangis diapun ikut menangis."

Tangisan Air Mata Buaya

Kadang kala tangisan bisa menjadi bukti kejujuran, namun begitu juga sebaliknya. Al Qur`an telah menyebutkan kisah saudara-saudara Nabi Yusuf as dan bagaimana mereka berpura-pura menangis karena  meratapi kematian saudaranya (Nabi Yusuf). Allah berfirman: " Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis" (Yusuf: 16)

Dari sinilah tangisan seseorang yang sedang berselisih  denganorang lain dalam persidangan, tidak bisa dijadikan bukti akurat bahwa ia benar.

Tangisan Berdosa

Di anatara tangisan yang menjadikan pelakunya berdosa adalah menangisi kematian orsng kafir atau thaghut (orang yang tidak berhukum dengan Al Qur`an dan As-Sunnah), atau kematian orang yang suka membuat kerusakan, tangisan orang-orang yang sedang dimabuk asmara, dan tangisan para biduan dan biduanita dalam nyanyian mereka.

Sebuah syair:
"Tidak ada yang lebih mencelakakan manusia didunia ini selain orang yang mencintai
Meskipun hawa nafsunya t`lah mendapatkan manisnya cinta
Kau dapati ia selalu menangis tak henti-henti
Karena takut tuk berpisah atau ingin selalu berjumpa
Air matanya berlinang saat menjumpai
Dan ia juga menangis saat berpisah
Tangisan saat berpisah karena kerinduan kepada kekasih hati
Dan tangisan ketika dekat karena takut berpisah"

Postingan terkait: